Semua Anak Adalah Bintang











Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillaah kegiatan Pengabdian Masyarakat (PengMas) kedua telah terlaksana dengan lancar pada Ahad 14 Januari 2018.
Bertempat di aula RT 06 Pabuaran Asri 2 Cibinong, kegiatan ini dihadiri 27 ibu pembelajar yang tinggal di wilayah ini.
Kegiatan dimulai pukul 9.38 dan dipandu oleh ibu ketua PKK setempat, yaitu Bu Yani Setiani, dilanjutkan sambutan oleh ketua panitia milad IIP yaitu mbak Wahyu Lissetiarani.
Setelah sambutan, materi yang ditunggu pun dimulai :)


(1)

"Semua Anak Adalah Bintang" adalah tema materi dalam PengMas kali ini.
Seminar berlangsung interaktif, para peserta terlihat begitu antusias selama mendengarkan pemaparan dari Bu Nesri Baidani selaku pembicara kali ini.






(2)

Di awal kami sudah disuguhkan dengan sebuah pertanyaan, yaitu apa saja kelebihan dan kekurangan anak?
Beberapa peserta diminta menyampaikan kelebihan dan kekurangan anak masing-masing.
Daan baru disini saja kami sudah dihadapkan pada sesuatu yang menggugah hati, mengapa lebih banyak mengingat kekurangan anak daripada kelebihannya??

Nah, bagaimana kita bisa paham apa kelebihan dan kekurangan anak?
Tentu jawabannya adalah dengan membersamai mereka.




(3)

Pertanyaan selanjutnya apakah kita tahu apa saja aktivitas anak-anak kita?
Jika kita tak sering membersamai mereka, bagaimana kita bisa mengenali mereka secara dalam?

Saat ditanya tentang aktivitas anak, ternyata hampir semua ibu disini mengeluhkan hal yang sama, yaitu gadget.
Ya, gadget menjadi 'teman setia' anak.
Bu Nesri pun memberikan jawaban yang sangat patut untuk direnungi, yaitu solusinya adalah semua dimulai dari ibu.
Harus dimulai dari ibu.
Ibu harus punya jadwal online dan MEMATUHINYA.









Diskusi pun menghangat dengan curhat para ibu yang mengeluhkan anak-anaknya yang hobi bermain game.
Nah, disini kami mulai mendapat cara pandang berbeda tentang game ini.
Bu Nesri mengajak peserta untuk 'belajar' dari game.
Hm, apa ya maksudnya?
Jadi begini, menurut bunda semua apa yang menyebabkan anak begitu betah memandang layar gadget bahkan berjam-jam untuk nge-game?
Jawabannya bun, karena kalau di dunia game anak merasa bahagia, merasa disambut, merasa seperti pahlawan, merasa dihargai, nah kalau di rumah?
Silahkan jawab sendiri ya bunda-bunda 🤗
Jadi daripada merutuki game, lebih baik kita belajar dari game yuk..
Mari perbaiki komunikasi dan perlakuan kita pada anak-anak, agar mereka merasa bahagia dan betah bersama kita 😉

(4)

Bu Nesri kemudian bertanya kembali pada peserta, seperti apa anak yang jadi bintang?
Pintar, ada yang menjawab seperti itu.
Lalu apa sih pintar itu?
Apakah definisinya hanya tentang nilai yang selalu baik?
Bunda, pintar itu ternyata lebih hebat dari sekedar transkrip nilai.
Menurut beliau, pintar adalah mampu menaklukkan segala kondisi di bidangnya.
Maka pacu mereka agar hebat di bidang yang mereka sukai.

(5)

Tiap kita adalah pemenang!
Ya, tiap kita adalah pemenang, bahkan sebelum kita menjadi seperti sekarang ini, alias saat sperma berhasil membuahi sel telur, kita adalah pemenang!

(6)

Jangan pernah sekalipun membandingkan anak kita dengan anak lain ya bunda..
Sebab setiap anak itu istimewa, mereka memiliki bintang masing-masing 😉

Kemudian ada seorang bunda yang bertanya, "Jika tujuannya untuk memotivasi anak bagaimana? Misalnya itu si A saja bisa, masa kamu ngga?"
Bunda, jikapun ingin membandingkan, maka bandingkanlah ia kemarin dengan hari ini.

Apa yang sudah baik?
Apa yang membuatnya bisa baik?
Bagaimana kita bisa membuatnya lebih baik lagi?
Mau jadi seperti apa besok?

Bunda, saat kita membandingkan anak kita dengan anak lain, ia akan terbiasa membandingkan diri dengan orang lain sampai dewasa.
Akibatnya apa?
Anak akan berhenti berinovasi.
Tidak akan ada inovasi saat membandingkan diri dengan orang lain.
Jadi poinnya adalah, 'Meneladani bukan berkompetisi'
Tanamkan pada anak: "Be the best Of yourself"

(7)

Meninggikan gunung bukan meratakan gunung.
Bukankah jauh lebih mudah meninggikan gunung daripada meratakan gunung?
Apa kelebihan anak kita?
Bagaimana membuat kelebihan itu menjadi kuat?
Maka pupuk terus potensi anak, dan jangan memaksa ia menjadi orang lain. Fokuslah menghebatkan kehebatan anak 😊

(8)

Selanjutnya adalah sesi tanya jawab.
Karena waktu yang membatasi, pertanyaan dibatasi hanya satu orang saja.
Seorang bunda baik hati yang berprofesi sebagai seorang dosen IT bertanya,
"Bagaimana membagi waktu sebagai ibu bekerja?"
Jawaban Bu Nesri kuncinya adalah profesional.
Jika sudah di rumah, maka harus all out ke anak.
Jangan membawa pekerjaan ke rumah.

(9)

Tak terasa 90 menit berlalu, dan kata-kata luar biasa dari Bu Septi ini menjadi penutup dari materi Bu Nesri pada PengMas kali ini..
"Anak-anak terlahir hebat, kitalah yang harus selalu memantaskan diri agar selalu layak di mata Allah, memegang amanah Allah yang luar biasa"

----

Sesi selanjutnya adalah demo membuat cireng crispy yang dipandu langsung oleh ketua Rumbel Boga IIP Bogor, yaitu mbak Melinda.
Peserta terlihat begitu antusias mengikuti demo membuat cireng ini.
Kurang lebih hanya membutuhkan waktu 15 menit sampai cireng crispy siap disantap.
Alhamdulillaah saat sesi icip-icip semua peserta terlihat begitu menikmati cireng yang dipadu sambal rujak yang hmm mantap!

(10)

Nah, setelah semua sesi selesai, MC pun menutup acara dan dilanjutkan dengan sesi santai.
Para peserta pun terlihat begitu antusias bertanya tentang apa itu IIP, kegiatannya, dan acara miladnya ini.
Alhamdulillaah :)








Semoga bermanfaat resume kegiatan PengMas kedua dalam rangka milad IIP Bogor tahun ini 😊❤

Salam,
Okta (Bunda Langit)
-PJ PengMas Milad IIP

Comments

Popular posts from this blog

Tazkiyatunnafs for Mommies (Sebuah Resume)

DIY: Frozen Seahorse