Posts

Showing posts from February, 2018

Upcycling your T-Shirt

Image
Ditulis Oleh Desy Ninoek
Punya t-shirt bekas yang sudah tidak terpakai? Daripada cuma jadi kain kesedan atau kain lap, yuk kita ubah menjadi barang yang lebih bermanfaat dan berdaya guna. Istilah kerennya upcycle. Menurut livingupcycledindo.com, upcycle adalah cara baru untuk memanfaatkan barang-barang bekas bekas atau sampah di sekitar kita menjadi benda yang memiliki manfaat lain sehingga kita tidak perlu membuangnya atau menimbunnya. Kali ini, kita akan mencoba mengubah t-shirt bekas menjadi tali gantungan pot.



Berikut bahan yang kita butuhkan :

1. T-shirt bekas
2. Gunting kain

Caranya :
1. Siapkan t-shirt bekas dan potong kain arah vertikal selebar 2 cm. Gunting terus sampai mendapat kurleb 20 potong.





2. Gunting bagian samping kain, sehingga menjadi tali kain yang panjang. Satukan 10 tali dengan simpul.



















3. Selanjutnya, ambil satu tali dari tiap pasang dan satukan dengan satu tali dari pasangan tali lainnya.











4. Ulangi langkah tadi sekali lagi, hingga didapat untaian tali menyerupai j…

Debu

Image
Ditulis Oleh Nadya Vaizal

















Debu terbang berhamburan
Menempa, melekat pada keringat
Tak indah, lengket, pengap
Namun kau bukan penjahat

Kau bukti seseorang sedang berjuang
Menghidupi hidup dalam sebuah kehidupan
Kau bukti seseorang sedang berjalan
Yang sedang bertumbuh, berkembang menuju sebuah tujuan

Debu pergi berkelana
Menjajaki tiap-tiap inci permukaan
Ia kecil namun lebih banyak yang ia singgahi
Ia kecil tak melulu tak memiliki arti

Debu terdiam di sudut-sudut beku
Berkumpul menjadi satu
Di sapu, hilang tak berguna
Tak ada air, kau dibutuhkan beberapa

Tak selalu yang kecil dan kotor tak berfungsi sebagai apa
Kadang ia membawa manfaat dan bahagia
Kadang ia membawa perih dan luka

Kakak?

Image
Ditulis Oleh: Nadya Vaizal



















Sepertinya aku mulai lelah, hingga lupa menaruh ember merah itu. Kepalaku masih berat, sisa migrain kemarin.

"Sya, kamu lihat ember mama yang warna merah?" Aku bertanya pada anak tunggalku yang sedang sibuk membaca. Di usianya yang masih terbilang balita, ia termasuk anak-anak yang cepat menyerap segala sesuatu yang berkaitan dengan huruf dan angka, sehingga sejak ia berusia empat setengah tahun, Rasya sudah bisa membaca dengan cukup lancar.

"Hmm, kayaknya ada di luar rumah, dekat ayunan," jawabnya masih tetap fokus membaca buku favoritnya.

Benar saja, ember merah yang kucari ada di depan rumah, persis dekat ayunan.

"Kamu habis main ember itu kemarin?" Tanyaku mengkonfirmasi.

"Tidak, itu kakak yang sedang main ember." Jawabnya menunjuk ayunan kosong.

"Kakak siapa?"

"Kakak yang di ayunan itu, mah..."

Menu Sayur dan Buah untuk si Picky Eater

Image
Ditulis Oleh Firsta Ayu Sebagai seorang ibu, salah satu tantangan kita adalah menyiapkan menu sehat setiap hari untuk keluarga. Kebiasaan makan sayur dan buah sejak kecil akan memberi manfaat bagi kesehatan anak sampai mereka dewasa kelak. Maka  beruntunglah untuk ibu yang anak-anaknya suka sayur dan buah, tanpa harus dipaksa.
Bagaimana dengan anak yang untuk makan sayur dan buah harus dipaksa? Sampai-sampai saat waktu makan tiba, menjadi momok dan menjadi momen traumatis bagi anak. Wah jangan sampai itu terjadi. Bagaimana mengatasinya? Cobalah beberapa resep mudah berikut, untuk mengolah sayur dan buah dalam bentuk yang berbeda. Mudah2an bisa menjadi salah satu solusi membuat anak mau makan sayur dan buah dengan cara yang menyenangkan.

Nugget sayur
Ayam cincang, sayur bayam beberapa helai, wortel parut, brokoli parut, bawang putih, garam, keju (bila perlu), merica (bila suka)
Proses di food processor sampai halus, kukus hingga matang.
Potong-potong, lalu gulingkan di terigu…

Hiking Bocah Yuk! Budget Hemat, Sarat pengalaman dan Menyenangkan

Image
Ditulis oleh Ummu Ihsan

Ayah, Bunda, kerap kali kita bingung menjelang weekend tiba ya. Anak-anak biasanya sudah merajuk pergi bermain bersama. Tapi, kemana lagi ya? Makan di luar? Sudah. Toko buku? Sudah. Main di area bermain? Sudah juga. Belum lagi harapan Ayah Bunda, waktu kebersamaannya punya value untuk anak. Kemana ya kira-kira?
Dear Ayah Bunda, jangan risau. Mulai Januari lalu, sudah terselenggara kegiatan seru dari Hiking Bocah loh. Apa itu? Yaitu kegiatan outdoor untuk anak-anak yang berlokasi di Katulampa, Bogor. Di kegiatan ini, anak-anak akan diajak untuk lebih dekat ke alam melalui aktivitas hiking di area perbukitan Bogor (source: www.hikingbocah.com).
Anak-anak usia 2 Tahun sudah bisa diajak ikut serta dan maksimal usia 15 tahun. Anak-anak akan mengkuti hiking sejauh kurang lebih 5 km. Melewati perkebunan palawija penduduk di perbukitan dengan view kota Bogor. Baguuuuus banget loh pemandangannya dan ini adalah hal langka yang sulit kita temui di perkotaan. Rute sedang …

Keseruan Kids Corner di Puncak Milad IIP Bogor

Image
Ditulis Oleh Arie Fitriani Octora


Siapa sih orang tua yang tidak mau bertambah ilmunya. Apalagi jika ilmu barunya berkaitan dengan pengasuhan anak. Tetapi anak-anak memaksa ikut ke seminar. Bagaimana bisa konsentrasi belajar jika anak ikut ke seminar? Jawabannya adalah menitipkan anak di Kids Corner.


Kids Corner Matahariku yang dibuat IIP Bogor ini dikhususkan bagi anak 3 tahun ke atas. Antusiasme peserta yang mendaftarkan anaknya ke Kids Corner pun melebihi target.  tema hari itu adalah Pengenalan Emosi. Kegiatan di Kids Corner kali ini terdiri dari : 

Pembacaan dongeng 
Membuat roti sendiri 
Membuat paper art 
Free play 

Namun namanya anak-anak mereka memiliki kesukaan dan potensi yang berbeda tidak bisa disamakan, tetap ada saja yang tidak mau pisah dari orang tuanya. Dan berhubung rentang konsentrasi anak adalah usia dikali satu menit, panitia harus punya bermacam-macam ide. Agar membuat mereka tidak jenuh. Bagi panitia yang bertugas di Kids Corner tantangannya adalah membuat anak-anak …

Mengenal Lebih Dekat Sekjen IIP Bogor

Image
Ditulis Oleh Rizki Fitriana Fajrin





Selamat mengawali hari…Bagaimana liburannya, mom? Kali ini kita akan mengenal lebih dekat dengan Sekretaris Jenderal IIP Bogor. Siapakah dia?
Dewi Asriyani atau biasa dipangil Teh Dewi dilahirkan di Sukabumi  37 tahun silam. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Institut Ibu Profesional Bogor (Sekjen IIP Bogor). Sekjen dan Mengatur Waktu Perempuan yang hobi mendesain ini mengatakan bahwa motivasi terbesarnya menjadi sekretaris jendral IIP Bogor berawal dari keinginannya mengasah kembali kebiasaan dulu sebelum menikah. Memang, saat kuliah dulu sering sekali menjadi sekretaris karena dirinya senang berorganisasi dan bertemu dengan orang baru sekalian berjejaring. Beruntungnya, Teh Dewi menjadi sekjen IIP sebagai bentuk aktualisasi diri yang sudah lama terpendam. Teh Dewi mengakui bahwa dirinya masih belajar soal mengatur waktu antara urusan domestik, anak, serta amanah di IIP. Tipsnya, beliau mengatur jam online dan offline. Kuncinya konsisten da…